Cegah Stunting Sejak Dini dengan Gizi Seimbang
Diterbitkan pada 17 October 2025
Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak, yaitu sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Anak yang mengalami stunting akan tumbuh lebih pendek dari anak seusianya dan berisiko memiliki perkembangan kognitif yang lebih rendah.
Puskesmas secara aktif melakukan intervensi dengan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.
Kader Posyandu juga turut berperan dalam memantau dan mendampingi keluarga untuk mencegah stunting.
Peran keluarga sangat penting dalam menyediakan makanan bergizi dan memastikan anak mendapatkan asupan yang sesuai.
Upaya bersama antara pemerintah, petugas kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.
Anak yang mengalami stunting akan tumbuh lebih pendek dari anak seusianya dan berisiko memiliki perkembangan kognitif yang lebih rendah.
Puskesmas secara aktif melakukan intervensi dengan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.
Kader Posyandu juga turut berperan dalam memantau dan mendampingi keluarga untuk mencegah stunting.
Peran keluarga sangat penting dalam menyediakan makanan bergizi dan memastikan anak mendapatkan asupan yang sesuai.
Upaya bersama antara pemerintah, petugas kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.